• Tue. Aug 9th, 2022

banyak info

Menyajikan Info tentang Bisnis, Fasion, Tips trik, Otomotif, Politik, Kuliner yang Menarik dan bermanfaat

5 Risiko Teratas bagi Pekerja di Industri Pertambangan

ByMr. Jago

Mar 18, 2022 , ,
pekerja tambang

Pertambangan adalah bagian penting dari ekonomi kita, menyumbang lebih dari $90 miliar untuk PDB Kita dan mempekerjakan lebih dari 600.000 pekerja pada tahun 2018. Namun, statistik menunjukkan bahwa pertambangan adalah industri paling berbahaya kedua di negara ini dengan hampir 47 kematian kerja per 100.000 pekerja. Ini adalah pekerjaan yang penuh dengan bahaya, dan semua karyawan harus mengetahui risikonya untuk memahami mengapa tindakan pencegahan keselamatan diterapkan.

Lima risiko teratas bagi pekerja di industri pertambangan adalah:

  1. Kerusakan Paru-paru

Jika alat pelindung yang tepat tidak digunakan dengan benar, partikulat dan partikel debu yang tak terhitung jumlahnya dapat memasuki paru-paru pekerja tambang, menyebabkan masalah kesehatan utama seperti paru-paru hitam, kanker paru-paru, dan bronkitis kronis.

Sementara jumlah kasus paru-paru hitam telah menurun drastis dalam satu abad terakhir, itu masih menjadi perhatian utama di industri ini. Selain itu, menghirup partikel beracun dapat memperburuk kondisi paru-paru yang sudah ada sebelumnya seperti asma, COPD, atau masalah terkait merokok.

  1. Kerusakan Pendengaran

Tingkat kebisingan yang tinggi adalah produk sampingan alami dari pertambangan, dan sumber utama kebisingan adalah peralatan dan transportasi. Paparan kebisingan dapat menyebabkan hilangnya konsentrasi dan penurunan efisiensi, dan paparan jangka panjang dapat menyebabkan masalah pendengaran permanen.

Dalam satu penelitian, 42% pekerja tambang Kita melaporkan paparan kebisingan kerja yang berbahaya, dan gangguan pendengaran dikaitkan dengan mereka yang telah bekerja selama sepuluh tahun atau lebih. Sebuah penelitian di Amerika menemukan bahwa sekitar satu dari empat pekerja tambang mengalami gangguan pendengaran terkait pekerjaan, lebih banyak daripada industri lainnya.

  1. Stres dan Kelelahan

Penambang sering bekerja berjam-jam, menangani tugas yang menuntut fisik dan mental, dan menghabiskan waktu di lingkungan yang gelap. Kondisi ini dapat menyebabkan stres dan kelelahan, yang seringkali merupakan risiko yang diabaikan oleh pekerja tambang.

Penelitian menunjukkan bahwa kelelahan tingkat berat memiliki gejala yang mirip dengan keracunan, mempengaruhi waktu reaksi, keterampilan membuat keputusan, dan tingkat cedera di tempat kerja. Selain itu, pekerja tambang yang kelelahan lebih mungkin menyebabkan insiden yang melukai banyak orang.

  1. Bahan Radioaktif

Radon adalah gas radioaktif yang dihasilkan oleh penguraian alami uranium di tanah dan batuan. Radon adalah karsinogen tidak berwarna dan tidak berbau yang ditemukan di mana-mana, tetapi biasanya diencerkan saat kita menghirupnya. Namun, radon dapat mencapai tingkat yang tidak aman di area yang berventilasi buruk atau terbatas, seperti yang ditemukan di lokasi kerja pertambangan.

Menurut beberapa pemerhati pertambangan , radon adalah penyebab utama kanker paru-paru di antara non-perokok dan penyebab terbesar kedua di antara perokok. Mempertimbangkan kondisi lokasi penambangan, pekerja memiliki risiko lebih tinggi terkena paparan radon yang tidak aman daripada rata-rata orang.

  1. Mengangkat Cedera

Bahkan dengan teknologi dan peralatan modern, pertambangan tetap menjadi pekerjaan yang menuntut fisik. Gerakan berulang dan mengangkat beban berat adalah bagian dari pekerjaan pekerja tambang, tetapi tindakan ini dapat menyebabkan cedera punggung dan otot tertarik atau tegang.

pekerja tambang

Faktanya, satu laporan kesehatan dan keselamatan menunjukkan bahwa pengangkatan yang tidak benar adalah penyebab tertinggi kedua dari cedera di tempat kerja pertambangan. Insiden ini mengakibatkan biaya langsung perawatan dan waktu yang hilang, tetapi mereka juga menyebabkan biaya tidak langsung yang besar dan kuat untuk majikan.

Perusahaan dapat mengurangi risiko terhadap pekerja tambang dengan mendidik mereka tentang bahaya kerja dan mengharuskan mereka untuk lulus semua pelatihan keselamatan sebelum bekerja di lokasi.

Bahkan pemerintah mengharuskan pekerja untuk menggunakan peralatan safety secara konsisten. Jika harus membelinya sendiri, tentu bisa kita dapatkan dengan mudah melalui toko alat safety yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

Dengan kemudahan yang di datangkan oleh internet, kita juga bisa membelinya secara online. Jadi tidak ada alasan lagi selain menggunakan pengaman saat bekerja.

Mr. Jago

Mister Jago Hadir untuk berbagi berbagai informasi seputar pemasaran online dan Pembuatan webiste WordPress. Jika anda butuh referensi lebih, silahkan kunjungi : https://www.seoelite.id/blog-elite/